Feeds:
Pos
Komentar

H-1

Saya kira saya akan merasa lega

Faktanya, tidak!

Justru keresahan semakin meraja

Keresahan yang bersumber pada otak yang terus berandai-andai

Ahh.. seandainya saat itu begini

Dan seandainya begitu..

 

Semua membayang meminta pertanggungjawaban

Tapi waktu telah menutup kisah 1,5 tahun ini

Ahh! andai dan andai menjadi… sesal? Saya pikir tidak

Karena sesal hanya milik orang-orang yang tak bisa berbuat apa-apa

 

Akhirnya saya tutup kisah ini dengan tawa dan bara yang terbenam dalam jiwa

Berbisik lah saya dengan lirih pada waktu yang tak bertepi,

“Akan saya bayar semua suatu hari nanti”

 

 

Kamar gelap, 1 Maret 2012

Tetap bahagia jiwa-jiwa muda.. besok lusa masih harus bercinta😀

Malam #1

Malam menjelang dan ia mengisyaratkan saya untuk pulang. Namun kaki rasanya enggan melangkah, kandang babi itu terlalu indah. Kertas-kertas berserakan di setiap sudut ruangan, abu rokok nangkring sesuka udel babi, dan semua berantakan bagai bintang yang bertebaran tak beraturan di langit yang muram.

Malam itu ingin saya melepaskan satu rasa yang telah mengganggu kesehatan jiwa anak-anak “muda”, penghuni baru di kandang itu. Rasa yang mendera mereka demikian hebat sehingga para pengecut pun pergi meninggalkan setumbuk pekerjaan bagi mereka yang tinggal. Semangat ya nak..

Berdiskusi dalam gelap toh tak mengurangi kekhusukan kita memikirkan ramuan mujarab untuk mengobati jiwa-jiwa yang hampir luka. Soal yang harus dipecahkan bukan masalah luar biasa sebenarnya bagi saya. Tapi melihat muka-muka “muda” itu cukup mengganggu kenyamanan saya menikmati rokok di ruangan itu. Waktu tak terasa beranjak meninggalkan hari ini. Kami masih membicarakan terang sedang ruangan itu tetap gulita.

“Tidur dulu ah.. ngatuk,” ujarnya sambil meraih karpet biru lusuh di atas lemari. Pria ganteng (bohong) yang sejak tadi asyik dengan laptopnya dan sesekali menimpali pembicaraan kami pun ikut merebahkan diri di sampingnya. Kalau malam itu saya sudah nonton “A Frozen Flower” yakin jerit deh..:P

Saya melanjutkan menjamah si putih. Jari-jari menari tak bergairah karena mata saya ternyata sudah lelah. Tak lama saya juga berniat tidur dan meluk buaya lusuh yang sedari tadi menggoda. Tapi mata saya melihat cahaya di bawah kursi tepat di depan muka dia. Bukan setan…!! Gak usah tegang deh..
Netbook masih nyala.. diintip lah sama saya (berharap mencatat hasil pembicaraan kita). Tapi harapan tinggal lah harapan.. jiwa “muda” itu sedang mendownload film 18 +. Hadeuuhh kelakuan!

Kandang Babi, 22 februari 2012
Selamat pagi… selamat bercinta jiwa-jiwa muda😀

 

Hari yang Menggelikan

Hari ini sangat menggelikan. Bagaimana tidak, tanpa fakta dan argumentasi yang masuk akal sehat, kami disebut telah membohongi publik, melakukan plagiat dan memelintir berita. Disebut demikian karena kami tidak mencantumkan senior sebut saja Kutil dalam berita yang berisi tentang perdebatan penghapusan Syariat Islam dari AD/ART BEM Rema. Padahal menurut Kutil senior dia paling vocal menolak adanya Syariat Islam sebagai landasan BEM Rema. Menurutnya karena kami tidak mengutip seniornya (meskipun esensi pembicaraan seniornya dengan orang yang kami kutip sama), merupakan tindakan plagiat ideologi. Hahahahahahaha… Anda sangat menyedihkan boneka bernyawa. Semoga otak anda segera terisi seperti saran rekan saya dan lebih rajin membaca seperti petuah orang tua tadi.😀

Dituduh melakukan kejahatan tertinggi dalam dunia intelektual (plagiat), sudah barang tentu iblis-iblis budiman di kandang babi itu berang. Diundang lah si Kutil ke kandang untuk mempertanggungjawabkan semua tuduhannya. Namun karena mereka selalu diajarkan untuk bijak sejak dalam pikiran seperti yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia, boneka bernyawa bernama Kutil itu bisa dipastikan dalam kondisi baik-baik saja. Kecuali otaknya yang sakit karena dia benturkan ke dinding untuk menyesali kebodohannya, atau hatinya yang berdarah-darah merasakan tajamnya lidah iblis-iblis di kandang tersebut. Entah lah.. semoga Tuhan menguatkannya.

Si Kutil sangat ketakutan berada di sarang para penyamun. Ekspresi takut itu  itu tampak lucu dipadu dengan mukanya yang lugu untuk tidak menyebut bodoh..

Dicerca berbagai pertanyaan atas pernyataan-pernyataannya yang tak satu pun bisa diterima oleh akal manusia sehat membuat Kutil semakin ketar-ketir. Lalu di sela kepanikannya dia berkirim pesan kepada rekannya untuk datang dan menyelamatkannya dari kandang pengap dan sangat bersahabat itu, tanpa dia sadari seekor iblis budiman melihat sms-smsnya. Meskipun budiman, iblis kadang berlaku kurang sopan…😛

Ya… Dibutuhkan kedewasaan emosional dan intelektual memang dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahwa setiap manusia lahir untuk mengajarkan hidup dan kehidupan bagi manusia lainnya. Semoga saya tidak berlaku bodoh dan itu saya pelajari salah satunya dari anda boneka bernyawa.. Terima kasih kepada Dzat yang telah menciptakan anda.😀

Selamat bercinta jiwa-jiwa muda.. apakah hari anda menggelikan? 

Murung yang Menggairahkan

Pagi yang muram adalah awal hari yang murung. Nampaknya “mitos” itu sedang melanda saya hari ini. Padahal hari sebelumnya berlalu begitu menggairahkan. Bercengkerama mesra di sore yang kuyup, bersama rekan dari Lembaga Pers Mahasiswa(LPM)  Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya “Kanopi” dan rekan LPM Universitas Pasundan “Jumpa”, Berdiskusi hangat untuk tidak menyebut sengit, tentang Syari’at Islam sebagai landasan Republik Mahasiswa (baca: Remaja Masjid).

Tapi pagi ini, diawali dengan jeritan telp, saya pun terbangun. Pukul 06.17 beberapa hari ini membuat saya panik. Padahal hari-hari yang lalu, pukul 06.30 saya masih tenang untuk menarik selimut meskipun jadwal kuliah pukul 07.00. Ahh kehidupan demikian cepat berubah.. seorang filsuf yunani mengatakan semua selalu berubah karena waktu. Ya.. karena waktu terus berjalan.

Sudah bisa dipastikan hari ini saya terlambat masuk kelas. Jam 08.00 sampai kampus sedangkan kuliah masuk jam 07.00. Dosen lain bisa dikedipan, kalau dosen “cantik” satu ini jelas tidak, apa lagi semester ini saya ngontrak kali kedua untuk mata kuliah yang sama.😀

Akhirnya waktu kuliah saya gunakan untuk membaca koran. Dan kemurungan berikutnya pun mengikuti. Headline hari ini berkisah tentang ironi kematian diva pop Withney Houston di saat penganugrahan Grammy Award. Berlanjut pada kerusuhan di Haruku, Maluku Tengah yang menewaskan lima orang dan 500 rumah terbakar. Juga tentang pengingkaran terhadap demokrasi pendidikan. Tentang runtuhnya sistem perekonomian Yunani dan kemurungan-kemurungan lainnya.

Pukul 10.20 saya sudahi segala kemurungan itu dan bergegas menuju kelas Sosiologi Antropologi Pendidikan. Kemurungan pun kembali menghantui saat asisten dosen yang mengajar mata kuliah itu menyampaikan contoh dari pengetahuan filosofis adalah santet dan teluh. Karena metode yang digunakan dalam filsafat adalah metode kontemplasi dan di luar keadaan faktual dia memberikan contoh demikian. Menurutnya filsafat adalah segala sesuatu yang di luar akal sehat manusia. Ahh.. betapa anda sangat menyedihkan dosenku malang.

Filsafat adalah induk segala ilmu. Bagaimana 500 tahun SM para filsuf alam seperti Thales yang menyatakan unsur bumi adalah air, kemudian Anaximenes yang menyatakan unsur bumi adalah udara karena menurutnya air adalah pembekuan dari udara dan akhirnya Democritus yang menemukan bahwa unsur bumi adalah atom, telah menjadi embrio lahirnya ilmu alam yang saat ini berkembang sedemikian pesat. Sehingga sangat tidak benar jika beranggapan bahwa filsafat adalah pengetahuan di luar batas akal manusia. Bahkan segala ilmu yang hari ini berkembang berakar dari filsafat.

Saya pun meninggalkan kelas dengan mendung menggelayut, kesal yang entah pada siapa harus saya tujukan. Kemurungan belum berlalu meskipun sore tadi datang dua orang senior saya yang baik dan mengajak kami ngopi romantis di sebuah café di Dago. Tapi meskipun demikian perbincangan hangat sore tadi memberi angin segar diantara segala kepengapan hari ini.

Ditutup dengan lari di tengah hujan untuk mencapai rumah, lalu perbincangan dengan rekan yang nampaknya sedang sentimentil serta ingatan akan persoalan hidup yang sedang saya hadapi, sempurna sudah kemurungan saya hari ini.

Tapi ini lah hidup yang semakin menggairahkan dengan berbagai persoalan di dalamnya. Setelah “ketenangan” yang hampir melenakan, guncangan ini terasa demikian indah untuk ditertawakan sesaat sebelum memejamkan mata di penghujung hari.😀

Ahhh.. indahnya dunia. Selamat bercinta jiwa-jiwa muda. Semoga hari anda menggairahkan.

Tanda Tanya

Tanda tanya membuncah di kepala

Tanda tanya meraja, mengangkangi logika

Tanda tanya melayang ke ruang hampa udara

Liar…. tak beraturan…menari bagai lea kesurupan

Tanda tanya… ya tanda tanya

Tak pernah bersua dengan yang didamba

 

Tanda tanya menyanyi lagu surga

Tanda tanya merasuk mengusik jiwa

Tanda tanya meracuni nurani-nurani manusia

 

Tanda tanya… ya tanda tanya

Manusia besar dengan tanda tanya

Manusia juga mati kerena dibuainya…

 

Tanda tanya.. ya tanda tanya

Tak bosan ku bergumul denganmu untuk menghabiskan hidupku,tanda tanya…

Teman Ajaib

Dalam hidup, semua orang pasti punya teman. Gosip punya gosip Tuhan menciptakan manusia sekalian dengan temannya. Katanya… kalau ada yang gak kebagian, berarti telat pas pembagian teman. Saran gratis dari saya “JANGAN BANGUN LEBIH AWAL”

Bicara soal teman, karena saya sedang sial dan bangun lebih awal,  akibatnya saya kebagian teman-teman super ajaib. Atau memang telah menjadi takdir orang keren harus kebagian teman ajaib? Entah lah…

Saya ceritakan secuil kisah saya bersama teman-teman ajaib saya supaya kalian TIDAK BANGUN LEBIH AWAL.

Di pagi yang gulita, seorang gadis ajaib sedang resah gulana. Pasalnya kekasih hatinya akan berangkat menuju medan perang. Jam 04.00  WIB sejoli itu sudah saling berkirim pesan. Sialnya malam itu saya dan teman ajaib yang dapat kutukan “mencintai orang yang sudah atau akan atau telah menikah” tidur di rumah sang gadis ajaib resah gulana.

Sang gadis membangunkan teman ajaib yang dapat kutukan “mencintai orang yang sudah atau akan atau telah menikah”. Tapi sang teman enggan bangun dan menarik selimut tanda tak ingin diusik.

“Hehh.. bangun ayo ikut aku,” Sang gadis pun membangunkan saya.

Bagai mendengar mantra saya terbangun dan berjalan mengikuti dia yang sedang mengeluarkan motor. Dengan selimut yang masih melekat di tubuh saya dan mata yang setengah terpejam saya dan sang gadis keluar dari rumah. Tiba-tiba lampu yang tadinya padam menyala dan muncul sesosok mahluk menakutkan.

“Subuh-subuh gini pada mau pada kemana?” tanya ibu baik hati yang selalu ditipu anak gadisnya itu.

Mau bilang sholat di Mesjid gak mungkin saya masih pakai celana pendek dan berkalungkan selimut.

“Nganterin Siti pulang,” jawab sang gadis resah gulana yang telah lihai menipu ibu baik hati.

Ibu yang baik hati pun menerima alasan itu. Maka pergilah dua orang yang bersahabat dengan terpaksa itu.

“Aduh yem… dingin, tai bener kamu itu. Ngapain pagi-pagi gini ngajakin saya sepedaan?! Kita mau kemana sih,” gerutu saya masih setengah sadar.

“Nganterin Mr. X , sekarang dia jalan menuju Y,” jawabnya.

“Tai… kenapa harus gue? Kalau kamu mah jelas berjuang demi cinta. Kalau saya?!!,” kutuk saya sambil menyandarkan kepala di punggungnya.

Kami pun terus menembus kabut dan dinginnya subuh yang menusuk. Saya semakin erat membelitkan selimut dan terus menggurutu sepanjang jalan. Setelah cukup nyawa terkumpul saya baru tersadar akan permasalahan yang harus saya hadapi.

“Lah.. Mr. X jalan terus kamu mau nganter dia ke Y terus ntar saya gimana?” tanya saya setelah agak sadar.

“Itu dia.. gimana ya? Kamu saya tinggal di jalan dulu aja gitu?” jawabnya polos.

“Apa?? Bego kamu ya?!! Gak ah!!! tai..tai.. kenapa juga saya nurut aja kamu ajak. Gadis kena kutukan menyedihkan itu aja gak mau bangun. Kamu melet saya ya? Jadi saya nurut gini?!!” protes saya dengan mengeluarkan semua perbedaharaan kata mengutuk.

!@#$%^&*()_@#$%^&*()$%^&*O!@#$%^&*()!@#$%^&*( Kutukan orang keren pada teman ajaibnya)

Akhirnya di tengah jalan panjang yang diapit sawah-sawah yang menghijau kita menemukan kekasih sang gadis yang sedang berjalan gontai. Kami pun mengantarnya ke Y dan menemaninya menunggu ular naga yang akan membawanya ke medan perang. Sambil menunggu sang naga, sejoli itu bercengkerama mesra. Saya yang sedang sial pagi itu, duduk di tepi parit  menghadap matahari yang masih malu menampakan diri. Merenungi nasib yang menimpa hidup saya.

“Ahh nasib punya teman ajaib.. deritanya tiada akhir.”

***

Teman yang satu ini ajaibnya na’udzubillah. Sebut saja si Pelor. Dia selalu berbicara puitis dengan majas hiperbol, metafora dan personifikasi. Mungkin kebanyakan baca kumpulan puisi pujangga cengceremen atau novel klasik romantiknya sastrawan risau.. entah lah.

Suatu siang si Pelor disuruh seniornya yang keren, cantik dan baik hati membeli sebungkus rokok.

“Sudah lah… gak usah berhenti merokok, mending beli rokok sana nanti kita ngrokok bareng,” ujar sang senior cantik.

Tanpa pikir panjang si Pelor pun berangkat. Sejurus kemudian si Pelor datang membawa sebongkah berlian. Eh.. rokok ketang.😀

“Teh.. saya merasa seperti biksu Tong,” ujar Pelor saat sampai ke kandang.

Saya hanya mengerutkan dahi tanda meminta pertanggungjawaban.. Pelor pun menjelaskan, dia berjalan menuju barat mencari rokok (baca kitab suci), terus ditengah jalan dia bertemu dengan bidadari-bidadari yang berjalan meliuk-liuk (baca dewi Kwan Im).

“Terus kamu ngomong apa sama dewi Kwan Im,” tanya sang senior cantik.

“Gak.. ya ngobrol aja,” jawab Pelor.

“Harusnya kamu bilang ke dewi Kwan Im, dewi Kwan Im saya lelah mencari kitab ke barat, bolehkah saya bersandar di bahumu?” saran saya.

Pelor diam dan nampaknya dia mencatat dalam hati saran tersebut.

Selang berapa menit Pelor kembali membuka pembicaraan.

“Teh.. nanti kalau saya ulang tahun saya mau dikado firdaus,” ujarnya.

Sang senior berhenti membaca buku dan memalingkan muka demi menatap wajahnya. Entah apa yang ada di otak anak bau ingus itu sampai merasa seniornya akan memberinya kado di saat dia berulang tahun. Bahkan ulang tahunnya pun sang senior tidak pernah tahu.

“Apa itu?” tanya sang senior yang baik hati.

“Itu obat penumbuh bulu. Nanti saya pingin botak terus disini berewokan. Ada sih yang mahal namanya apa gitu. Tapi saya mah yang alami aja. Dan lebih murah,” ujar Pelor dengan muka wajib direparasi.

Tuhan,,, dosa apa saya?

***

Di siang yang redup, BB saya berbunyi. Ada pesan dari teman saya yang tak kalah ajaib.

“Memang diriku tak pernah beruntung dalam cinta. Hahahahai,” demikian isi pesan ajaib itu.

Sebagai orang keren yang dikutuk berteman dengan orang ajaib, walaupun kadang gerah dengan tingkah teman-teman ajaib saya tapi lebih sering saya mafhum.

Saya tidak membalas pesan tersebut karena BB saya sedang lowbatt (baca lowpulsa). Malamnya sang teman ajaib menelpon saya di saat saya sedang bersama seorang lelaki risau yang sedang merencanakan “penyergapan”.

“Sial, tai, brengsek bla..bla..bla..bla. hahahahhahahahahahahaha”

Sebagai sahabat yang baik saya langsung paham dengan sangat. Sejak lahir teman ajaib saya yang satu ini memang kena kutukan “mencintai orang yang sudah atau akan atau telah menikah” ahhh kutukan yang pasti sangat menyedihkan saudaraku..

“Hahahahaahhahaha… tapi ya sudah lah besok nyari kakek-kakek yang bau tanah dan banyak warisannya aja,” ujarnya menghibur diri.

Tu… ajaib kan?

***

Di sore yang bergairah, segerombolan pemuda-pemudi yang memimpikan berubahnya bumi menjadi surga sedang berbincang di kandang mereka yang sekarang berbau apel.

Anak-anak muda penuh gairah dan mimpi-mimi liar itu sedang membicarakan perilaku tak senonoh para pemimpin bangsa dan tokoh-tokoh publik, sampai pada pembahasan Julia Perez yang bertapa di laut selatan.

“Sungguh absurd di jaman modern saat ini orang-orang masih percaya denga hal-hal mistis macam itu. Bandingkan dengan Tan Malaka yang hidup pada jaman dahulu tapi pikirannya jauh melewati jamannya.” Papar seorang diantara mereka.

“Kata Tan Malaka juga gak bangsa ini gak akan maju kalau orang-orangnya masih percaya dengan hal-hal mistis seperti itu,” sahut yang lain.

Entah bagaimana pembicaraan beralih pada karya-karya sastra yang lahir dari tangan-tangan manusia Indopahit.

“Ayu Utami dengan mahzab selangkangannya,” ujar salah seorang diantara mereka menyebutkan salah seorang penulis di Indopahit.

Tiba-tiba ada yang berbisik “Selangkangan itu apa?”

Oh Tuhan… hehhh tolong pisau..!! pisau!!!! Bunuh saya.. tolong bunuh sayaaaaaa!!!!!!  (bayangkan seperti adegan dalam sinetron)

Manusia 21 tahun tidak tahu apa itu selangkangan? Ohh Tuhan… sekarang kalian masih berniat bangun lebih awal untuk mendapatkan teman?? Saya sarankan pikir seribu kali!!

***

Dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, hadir para pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan delegasi dari masing-masing Ormawa. Sang senior cantik datang bersama juniornya yang absurd dan alergi nonton Opera Van Java.

“Teteh dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa-red) apa?” sang junior absurd bertanya pada seorang gadis berkerudung merah jambu yang duduk dibelakangnya.

“KKI,” jawab sang gadis.

“KKI itu bela diri itu kan ya?” tanya junior absurd dan alergi nonton Opera Van Java.

“Bukan.. KKI itu beda dengan bela diri,” sanggah sang gadis sambil menjelaskan KKI itu apa.

“Ya intinya kan bela diri gitu kan?” junior absurd dan alergi nonton Opera Van Java maksa.

“Iya…” jawab sang gadis menyerah.

“Teteh.. bisa gak membeladirikan hatiku,” kata junior absurd dan alergi nonton Opera Van Java.

Hahhhh…. kenapa gak ada teman yang waras untuk menemani hidup saya? Apa dosa saya Tuhan?? Apa???

***

Teman terakhir yang ingin saya ceritakan adalah teman hidup paling ajaib diantara semua teman yang ajaib-ajaib itu. Tapi saking ajaibnya tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan keajaiban dia…

TAPI SEMUA CUKUP DIMENGERTI…

***

Betapa pun menderita berteman dan hidup bersama mahluk-mahluk macam mereka tapi mereka lah yang telah mewarnai hidup saya… kalau harus memilih kata paling indah untuk mereka, hanya ada 4 kata yang pantas untuk mereka. “TERIMA KASIH TAI-TAI TERINDAH”

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.